Mengenal Risiko dan Gejala Kanker Otak Glioblastoma

0
47
resiko dan gejala yang dialami penderita kanker otak glioblastoma

NgaGAYA.id,- Kanker merupakan salah satu penyakit ganas, khususnya jenis kanker otak yang begitu berbahaya. Kanker otak begitu sulit  disembuhkan, baik melalui terapi bahkan melalui operasi sekali pun. Kanker otak glioblastoma sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang amat mengkhawatirkan. Berikut ini akan diulas lebih jauh mengenai risiko dan gejala yang dialami oleh penderita glibolastima.

Pengertian dan Risiko Penderita Glioblastoma

Dilihat dari klasifikasinya, kanker ini masuk kategori glioma. Munculnya kanker ini berasal dari salah satu sel bernama astrosit yang memiliki bentuk seperti bintang. Pertumbuhan kanker otak glioblastoma terdapat di bagian otak terbesar yang disebut dengan serebrum. Penderitanya sendiri lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan dan seiring risiko mengidap penyakit ini lebih besar semakin dewasa.

Baca : Kenali Apa Itu Sifilis? Coba Baca Artikel ini!

Kemunculan glioblastoma yang paling sering bersifat ganas. Kanker ini dapat berkembang secara lebih cepat, begitu juga dengan penyebarannya. Untuk membantu tumbuhnya jaringan tumor, glioblastoma bahkan membuat sendiri suplay darahnya sehingga kian mengkhawatirkan. Namun, tidak banyak kemungkinan kanker yang dimulai dari otak merupakan glioblastoma, perbandingannya hanya 1 : 5.  

Gejala Kanker Otak Glioblastoma

Mengingat kanker otak glioblastoma ini berkembang begitu cepat, maka ada beberapa gejala yang akan muncul secara umum. Di antaranya adalah sakit kepala yang sifanya persisten, ada masalah dalam berpikir dan berbicara, perubahan mood, dan gejala umum lainnya seperti kejang dan muntah. Kanker ini juga bisa mempengaruhi kaburnya pandangan mata.

Baca : Sifilis Bisa Menular Lewat Kontak Seksual 

Secara lebih spesifik, ada dua pembagian gejala glioblastoma. Keduanya adalah gejala peningkatan tekanan intrakranial dan gejala terlokalisasi. Gejala yang pertama di antaranya seperti sakit kepala, papiledema, muntah, kepribadian yang berbah dan sejenisnya. Gejala yang kedua ini lebih spesifik dilokasi tertentu seperti sensor motorik yang tidak normal, mengalami kejang dan kaburnya pandangan.

Jenis kanker otak glioblastoma dengan pertumbuhannya yang cepat sangat penting diwaspadai. Namun, mayoritas orang tidak akan menyadari gejala-gejala umum yang dialaminya merupakan gejala kanker. Oleh sebab itu satu-satunya cara mengantisipasi penanganan terlambat terhadap penderita glioblastoma, pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan yang valid. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here