Potensi Desa Wisata Bahari di Pulau-pulau Kecil Indonesia

JAKARTA, NgagayaID, – Potensi Desa Wisata Bahari di Pulau-pulau Kecil Indonesia. Desa wisata bahari (Dewi Bahari) yang digerakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diharapkan menjadi angin segar bagi perkembangan pulau-pulau kecil di Indonesia. Program itu menjadi tumpuan pembangunan ekonomi wilayah pesisir yang diklaim punya potensi besar.

Potensi Desa Wisata Bahari yang besar dan perlu digarap serius

Merujuk data Kadin 2015 menunjukkan, potensi ekonomi pada sektor wilayah pesisir mencapai Rp 670 triliun. Sementara khusus sektor wisata bahari yakni Rp 24 triliun. Potensi tersebut besar, serta perlu digarap serius.

Desa wisata bahari mencoba memberikan stimulus yaitu dengan berbagai rencana program. Salah satunya yaitu bedah kampung yang berkonsep penataan ulang desa di dalam serta luar kawasan konservasi. Kawasan konservasi yang dimaksudkan yakni dikelola oleh KKP sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Taman Nasional dan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN).

Namun, menurut Aryo, program itu bukan tanpa tantangan. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Aryo Hanggono mengungkapkan, tantangan itu terkait sosial budaya masyarakat setempat, dalam hal ini kesiapan menerima wisatawan.

“Untuk menanganinya, kami sudah sampaikan supaya selama melakukan pengembangan untuk desa wisata bahari, pastikan yang datang tak hanya insinyur saja, tapi kalau bisa juga turunkan orang-orang sosiolog atau antropolog,” ujar Aryo saat ditemui media di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Sosiolog merupakan seorang ahli yang mempelajari kehidupan sosial, budaya, aktivitas, serta masyarakat berinteraksi sehari-hari. Sementara antropolog merupakan seorang ahli yang mempelajari tentang aspek sosiohistoris serta linguistik manusia untuk melihat perkembangan manusia. Keterlibatan kedua ahli sosial ini sama pentingnya dengan peran seorang insinyur dalam program pembangunan desa wisata bahari. Para ahli bisa melakukan pendekatan ke masyarakat lokal agar lebih terbuka menerima wisatawan.

Melalui komunikasi yang efektif, diharapkan akan terbuka kemungkinan masyarakat lokal untuk terbiasa dengan wisatawan ke depan. Konsep itu pun serupa dengan melibatkan pakar kewirausahaan yang disebut bisa memberikan dukungan pengetahuan dalam pengembangan ekonomi kreatif di wilayah pesisir. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here