Sifilis Bisa Menular Lewat Kontak Seksual
Foto : Ilustrasi

NgaGAYA.id,- Sifilis yang juga memiliki nama lain, yakni raja singa. Raja singa, sifilis atau sipilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS). Penyakit ini dapat menjangkiti siapa saja melalui kontak seksual. Sifilis Bisa Menular Lewat Kontak Seksual.

Gangguan kesehatan ini tidak boleh diremehkan, karena bisa menjadi penyakit serius yang menyebabkan kematian jika tidak ditangani. Nah, untuk mengetahui penyebab, gejala, pantang, pengobatan dan pencegahan sifilis. Silakan, lihat penjelasan yang saya rangkum di bawah ini.

Apa yang menyebabkan sifilis?

Sifilis disebabkan oleh bakteri yang disebut reponema pallidum. Infeksi ini menyebar ketika kontak langsung terjadi melalui hubungan seksual baik vaginal, anal maupun oral.

Selain itu, Anda perlu berhati-hati, karena cacat dan penggunaan jarum yang sama dengan yang ada pada sifilis dapat menularkan infeksi penyakit ini. Kenali Apa Itu Sifilis?

Baca : Kenali Apa Itu Sifilis? Coba Baca Artikel ini! 

Penularan sifilis juga terjadi pada bayi pada penderitanya. Jika tidak diobati, kondisi yang disebut sifilis bawaan dapat menyebabkan keguguran.

Namun, Anda juga perlu tahu bahwa bakteri reponema pallidum yang menyebabkan sifilis tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Dan penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui kegiatan berikut:

  • Menggunakan toilet yang sama dengan penderita sifilis.
  • Bagikan alat makan yang sama.
  • Pakailah pakaian yang sama.
  • Bagikan kolam renang atau kamar mandi yang sama.

Gejala yang terjadi pada pengidap sifilis?

Gejala sifilis mulai muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sifilis dibagi menjadi empat tahap, termasuk:

Baca : Cara Mengobati Penyakit Sifilis Secara Alami

Sifilis primer, gejala awal ditandai oleh luka pada alat kelamin atau di dalam dan sekitar mulut. Luka berbentuk seperti gigitan serangga tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Luka ini berlangsung 3-6 minggu, dan bisa sembuh sendiri tanpa perawatan.

Sifilis sekunder, penderita sifilis sekunder akan mengalami gejala ruam selama 2-12 minggu, biasanya pada telapak tangan dan kaki. Ketika sifilis menyebar ke seluruh tubuh, pasien akan mengalami demam, nafsu makan berkurang, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening

Sifilis laten (tersembunyi), sifilis tampaknya menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Pada tahap ini, diagnosis hanya dapat dilakukan dengan tes darah atau kelahiran bayi dalam kondisi sifilis bawaan. Jika tidak diobati, pasien akan memasuki tahap paling berbahaya dalam infeksi sifilis, yaitu sifilis tersier.

Sifilis tersier, infeksi dapat memiliki efek serius pada tubuh. Beberapa konsekuensi dari infeksi pada tahap ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here